Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Dari 2024 ke 2025 : Seperti Mengubah Halaman Dan Cerita Baru Lagi

Tahun 2024 ini, apa yang paling berkesan buat kamu? Mungkin ada momen-momen di mana kamu merasa berhasil, merasa kuat, atau mungkin justru merasa rapuh. Apapun itu, semua pengalaman yang kita jalani adalah bagian dari perjalanan kita. Mereka adalah pengingat bahwa kita hidup, tumbuh, dan belajar Coba deh, sekarang bayangkan kembali perjalanan kamu sepanjang 2024. Bagaimana rasanya? Apakah ada momen di mana kamu merasa luar biasa bangga dengan diri sendiri? Atau mungkin, ada saat-saat yang membuatmu merasa berat dan ingin menyerah?   Boleh jadi, kita semua pernah merasa terjebak dalam sebuah kondisi yang tidak kita harapkan. Rasanya kita harus selalu bergerak, harus produktif, harus bisa memenuhi setiap ekspektasi. Padahal, semua itu nggak harus. Kamu hanya perlu tau sampai di mana kesanggupanmu untuk menjalani peran-peran terbaikmu. Apa kamu menyadari, kalau nggak apa-apa lho, untuk bilang “tidak” pada hal-hal yang menguras energi kamu. Atau, kamu juga bisa belajar untuk menghargai...

Hati Seperti Kertas

Pernahkah kamu mendengar ungkapan bahwa "hati perempuan bagaikan kertas?" Lembaran putih yang mudah dilipat, digambar, dan diwarnai dengan tinta kata dan rasa. Ungkapan ini mungkin terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam tentang kompleksitas dan keindahan hati wanita. Kertas, dalam kesederhanaannya, memiliki kekuatan untuk menyimpan cerita. Setiap goresan pena, setiap guratan tinta, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan. Begitu pula hati perempuan, yang mampu menyimpan kenangan, cinta, dan luka dengan begitu detail dan penuh makna. Seperti kertas yang mudah dilipat, hati perempuan pun mudah tergerak oleh emosi. Sukacita dan kesedihan, cinta dan benci, semua dapat mewarnai hatinya dengan begitu cepat dan intens. Kepekaan ini yang membuat perempuan begitu istimewa, mampu merasakan dan memahami dunia dengan lebih mendalam. Namun, sama seperti kertas yang mudah robek, hati perempuan pun memiliki sisi rapuhnya. Luka hati, pengkhianatan, dan kekecewaan dapat meninggal...

Perempuan Dan Teknologi

"Laki-laki sejati itu bukan yang mengandalkan perempuan, namun yang mampu membesarkan perempuan" Dr. Devie - Klinik Digital Bisa dibayangkan nggak, ketika dihadapkan dengan 5 orang perempuan hebat di depan mata, dan kami berdiskusi mengenai teknologi digital. Jujur, meski saya sudah mengenal internet dan media sosial ini sejak zaman kuliah dulu, namun mendengarkan sharing-sharing dari para perempuan ini, membuat saya berdecak kagum. Ternyata, dunia digital ini menjadi tantangan tersendiri bagi kaum perempuan. Faktanya, di Indonesia sendiri telah terjadi kesenjangan digital yang menurut data APJII, bahwa pengguna internet perempuan di Indonesia sekitar 49,1%, sementara kaum laki-laki 50.7%. Pertanyaannya, kenapa bisa seperti itu? Saya coba merangkum catatan dari para perempuan di berbagai bidang ini, hasil dari Diskusi Publik : "Perempuan & Teknologi Digital" yang diselenggarakan oleh ICTWatch, Toronto University, The Citizen Lab, dan Federasi Teknologi Informa...

Untuk Perempuan : Bisakah Saling Bergandengan?

  "Kita perlu membentuk kembali persepsi kita sendiri tentang bagaimana kita memandang diri kita sendiri. Kita harus maju sebagai perempuan dan memimpin." - Anonim - Quotes di atas, adalah satu diantara banyak quotes tentang bagaimana diperlukannya upaya perempuan dalam memahami dirinya sendiri dan bergandengan tangan dengan perempuan lain. Buat saya pribadi, membahas dunia perempuan selalu memberikan tantangan dan kekepoan tersendiri. Kompleksnya seorang perempuan, menempatkan posisi perempuan yang seringkali dipertanyakan, disanggah, disinggung terkait kehidupan sosialnya, status, dan juga pendidikannya. Belum lagi, kalau bicara spesifik status sosial; perempuan single, menikah, perempuan bekerja, janda, atau mereka yang memilih dengan jalannya masing-masing. Nggak heran, kalau hal tersebut justru bisa menimbulkan gap yang cukup tinggi dengan lawan jenis, dan tidak menutup kemungkinan antar sesama perempuan itu sendiri. Namun di era saat ini, terkhusus dalam perkembangan te...

Menikah Atau Tidak, Persoalan Hidup Tetap Ada

"Kenyataannya, pilihan menikah atau tidak, kita akan tetap berjumpa dengan persoalan-persoalan hidup." Namanya juga, hidup!   Mengutip apa yang disampaikan oleh Henry Ford - Pendiri Ford Motor Company, "Whether you think you can or you can't, you are right" , jika Anda berpikir Anda bisa atau Anda tidak bisa, dua-duanya Anda benar." Kaitannya dengan judul dalam tulisan ini adalah; bahwa pilihan seseorang untuk menikah atau tidak menikah, keduanya juga benar. Tidak ada yang salah, mungkin seperti itu. Eh, btw. Selamat Tahun Baru 2024, ya, kawan. Semoga tahun ini semakin semangat berikhtiar, semakin bahagia, dan bisa mewujudkan harapan dan cita-cita di tahun-tahun sebelumnya, dan tentunya, semakin meluaskan sabar pada apa-apa yang tidak bisa dikendaikan. Aamiin. Setelah 7 tahun hidup sebagai seorang Single Mom, di tahun ke-8 saya memutuskan untuk menikah kembali dengan seseorang yang sudah Tuhan hadirkan. Keputusan ini tentu sudah saya pikirkan secara matang...